Closed Guard - UFC/MMA
Closed guard adalah salah satu posisi dasar dalam BJJ dan MMA. Dengan mengunci pergelangan kaki di belakang punggung lawan, petarung dari bawah membatasi gerakan lawan, mengurangi efektivitas serangan, dan menciptakan platform untuk melakukan serangan. Dari closed guard, petarung dapat mencoba sweep, melakukan submission seperti triangle choke dan armbar, serta mengontrol postur lawan. Dalam MMA modern, closed guard kurang dominan dibandingkan di BJJ murni karena adanya serangan, tetapi tetap merupakan posisi defensif yang solid.
Closed Guard
Royce Gracie membuat closed guard terkenal di UFC awal, menyubmisikan lawan yang lebih besar dari guard dengan armbar dan triangle choke, menunjukkan efektivitas BJJ dalam seni bela diri campuran.
Closed Guard & Open Guard
Open Guard tidak melibatkan penguncian pergelangan kaki dan menggunakan kaki secara aktif untuk mengontrol jarak. Ini lebih dinamis dibandingkan closed guard tetapi menawarkan kontrol yang lebih sedikit langsung terhadap lawan. Open Guard.
FAQ - Closed Guard
Apakah closed guard masih efektif dalam UFC modern?
Ini kurang dominan dibandingkan di era awal UFC, karena petarung modern lebih memahami pertahanan. Namun, tetap merupakan posisi defensif yang solid dan petarung seperti Demian Maia telah menunjukkan bahwa itu masih bisa bersifat ofensif.
Bagaimana cara keluar dari closed guard lawan?
Petarung di atas harus 'memecahkan' guard dengan memisahkan pergelangan kaki yang terkunci, biasanya dengan mendorong pada pinggul atau lutut. Setelah guard terbuka, mereka dapat mencoba untuk beralih ke side control atau mount.





