Lay and Pray - UFC/MMA
Dalam UFC, lay and pray sangat dikritik baik oleh penggemar maupun organisasi itu sendiri. Taktik ini melibatkan membawa lawan ke tanah dan hanya mempertahankan kontrol posisi tanpa memberikan kerusakan atau mencari penyelesaian. Wasit dapat campur tangan dengan mengangkat petarung jika aksi menjadi terlalu pasif, dan kriteria penilaian modern UFC menghukum pendekatan ini. Meskipun demikian, ini tetap merupakan taktik yang kadang-kadang digunakan oleh petarung dengan kemampuan gulat yang lebih baik tetapi keterbatasan dalam striking.
Lay and Pray
Banyak pertarungan di era pra-USADA dalam UFC menunjukkan lay and pray pada tingkat terburuk. Petarung dengan gulat dominan membawa lawan yang berbahaya ke tanah dan hanya mempertahankan posisi selama beberapa ronde, membuat frustrasi baik penonton maupun lawan.
Lay and Pray & Wall and Stall
Wall and Stall adalah versi berdiri dari lay and pray, di mana petarung menekan lawan ke pagar tanpa melakukan tindakan ofensif. Kedua taktik ini bertujuan untuk mengontrol lawan secara pasif untuk menang dengan poin tanpa mengambil risiko. Wall and Stall.
FAQ - Lay and Pray
Apakah wasit dapat menghukum lay and pray?
Wasit dapat mengangkat petarung jika mereka merasa tidak ada cukup aktivitas di tanah. Namun, tidak ada hukuman langsung untuk lay and pray, sehingga sulit untuk sepenuhnya mencegah taktik ini selama pertarungan.
Apakah UFC telah mengambil tindakan terhadap lay and pray?
Ya, UFC telah memperbarui kriteria penilaian untuk memberi penghargaan pada kerusakan yang sebenarnya dibandingkan dengan sekadar kontrol posisi. Selain itu, wasit modern lebih cenderung mengangkat petarung ketika aksi di tanah menjadi stagnan.





