TKO - UFC/MMA
Dalam UFC, TKO adalah jenis penyelesaian yang paling umum setelah keputusan juri. Ini terjadi ketika wasit menentukan bahwa seorang petarung, meskipun sadar, tidak dapat mempertahankan diri dengan cara yang cerdas dan sedang mengalami kerusakan yang berlebihan. Situasi tipikal termasuk: seorang petarung yang menerima serangkaian pukulan tanpa membalas (ground-and-pound), seorang petarung yang terpojok dan dibombardir dengan pukulan, atau seorang petarung yang tubuhnya tidak lagi merespons perintah (kaki lemas setelah terkena pukulan). TKO juga mencakup corner stoppage dan doctor stoppage, yang dicatat sebagai subkategori TKO. Waktu penghentian sering menjadi bahan perdebatan: wasit yang menghentikan terlalu cepat menghilangkan kesempatan petarung, sementara yang menghentikan terlalu lambat mengeksposnya pada kerusakan yang tidak perlu. Momen yang tepat memerlukan pengalaman dan insting.
TKO
Kemenangan Alex Pereira atas Israel Adesanya di UFC 281 adalah TKO klasik. Pereira memukul Adesanya dengan kombinasi yang menghancurkan yang membuatnya terhuyung; Adesanya masih sadar tetapi tidak dapat mempertahankan diri, dan wasit Marc Goddard menghentikan pertarungan.
TKO & KO
TKO dan KO adalah penyelesaian melalui pukulan tetapi berbeda dalam keadaan petarung yang kalah. Dalam KO, petarung tidak sadar atau sepenuhnya tidak mampu. Dalam TKO, petarung sadar tetapi tidak dapat mempertahankan diri. Dalam statistik UFC, KO dan TKO sering digabungkan sebagai 'KO/TKO'. KO.
FAQ - TKO
Siapa yang memutuskan kapan menghentikan pertarungan untuk TKO?
Wasit adalah satu-satunya yang dapat menghentikan pertarungan untuk TKO selama aksi. Antara ronde, juga corner (corner stoppage) dan dokter (doctor stoppage) dapat menyebabkan TKO. Keputusan wasit adalah final.
Apakah TKO kurang bergengsi dibandingkan KO?
Tidak, TKO sama bergengsinya. Ini menunjukkan bahwa seorang petarung telah mendominasi lawan hingga wasit harus campur tangan. Dalam peringkat dan catatan, KO dan TKO memiliki bobot yang sama.





