Japanese Necktie - UFC/MMA
Japanese Necktie berbeda dari Peruvian Necktie dalam hal sudut penerapan dan mekanisme tekanan. Sementara Peruvian Necktie lebih berfungsi sebagai sumbatan murni, Japanese Necktie cenderung menciptakan kombinasi tekanan pada arteri karotis dan tulang belakang leher. Teknik ini dilakukan dari front headlock dengan mengaitkan leher dan satu lengan, kemudian menggulingkan ke samping dan melewati kaki untuk mengunci lawan. Di UFC, teknik ini sangat jarang tetapi merupakan senjata dalam repertoar para grappler yang paling kreatif dan teknis.
Japanese Necktie
Japanese Necktie, meskipun jarang di oktagon, telah dicoba oleh beberapa petarung di UFC sebagai variasi kreatif dari sumbatan tradisional, menunjukkan evolusi terus-menerus dari teknik dalam MMA.
Japanese Necktie & Peruvian Necktie
Peruvian Necktie memiliki banyak elemen yang sama dengan Japanese Necktie, tetapi umumnya dianggap sebagai sumbatan yang lebih bersih. Japanese Necktie cenderung memiliki lebih banyak komponen cranking, menjadikannya lebih menyakitkan tetapi berpotensi kurang teknis. Peruvian Necktie.
FAQ - Japanese Necktie
Apa perbedaan utama antara Japanese dan Peruvian Necktie?
Perbedaan utama adalah sudut: Japanese Necktie memiliki sudut yang menciptakan lebih banyak komponen neck crank, sementara Peruvian Necktie lebih merupakan sumbatan arteri murni. Keduanya menggunakan kaki sebagai tuas tambahan.
Apakah Japanese Necktie efektif di UFC?
Ini adalah teknik yang valid tetapi sangat jarang di oktagon. Efektivitasnya tergantung pada timing dan kemampuan petarung untuk mencapai posisi yang tepat, yang menjadikannya teknik dengan tingkat kesulitan tinggi tetapi berpotensi menghancurkan.





